
KOTABEKASI|POROSNUSANTARA.COM– Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi mengungkapkan bahwa kebutuhan tenaga pendidik di wilayahnya terus meningkat. Saat ini, Kota Bekasi mengalami kekurangan sekitar 2.500 guru, kondisi yang dipicu oleh tingginya angka pensiun serta berkurangnya jumlah guru akibat pengangkatan tenaga honorer menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Disdik Kota Bekasi, Wijayanti, menjelaskan bahwa gelombang pensiun menjadi salah satu penyebab utama berkurangnya jumlah tenaga pengajar di sekolah-sekolah.
“Tahun lalu, sebanyak 208 guru pensiun. Pada 2026 dan 2027, jumlahnya diperkirakan melonjak hingga sekitar 300 orang per tahun,” ujar Wijayanti.
Menurutnya, meski pemerintah telah melakukan pengangkatan guru melalui skema PPPK, kebijakan tersebut belum mampu menutup kebutuhan riil tenaga pendidik di Kota Bekasi. Bahkan, perpindahan status guru honorer menjadi ASN di sejumlah formasi turut menyebabkan kekosongan tenaga pengajar di sekolah tertentu.
Kondisi tersebut menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk Sekretaris Jenderal Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi, Saprudin. Ia menilai kekurangan guru harus segera menjadi prioritas pemerintah karena berkaitan langsung dengan kualitas pendidikan generasi muda.
“keberadaan guru merupakan ujung tombak dalam proses pendidikan. Apabila kekurangan tenaga pengajar terus berlanjut, dikhawatirkan akan berdampak pada efektivitas kegiatan belajar mengajar serta kualitas layanan pendidikan di Kota Bekasi” ungkap Saprudin.
Ia berharap Pemerintah Kota Bekasi bersama pemerintah pusat dapat segera mengambil langkah konkret untuk memenuhi kebutuhan guru, baik melalui penambahan formasi ASN maupun kebijakan lain yang mampu mengatasi kekurangan tenaga pendidik secara bertahap.
Dengan jumlah kekurangan yang telah mencapai sekitar 2.500 guru, berbagai pihak berharap solusi yang tepat dapat segera direalisasikan agar proses belajar mengajar di seluruh sekolah di Kota Bekasi tetap berjalan optimal dan mutu pendidikan terus meningkat.







