MALANG | POROSNUSANTARA.COM – Tiga peristiwa kebakaran terjadi di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, dalam sehari, Sabtu (29/8/2026). Kebakaran terjadi di Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, dan Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari.
Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Malang harus bergerak dari satu lokasi ke lokasi lainnya untuk menjinakkan kobaran api yang sebagian besar melanda lahan kering dan tanaman bambu.
Kebakaran pertama terjadi di lahan tebu milik warga di Desa Kemantren, Kecamatan Jabung. Api dilaporkan mulai terlihat sekitar pukul 12.00 WIB.
Kepala Bidang PPK Damkar Kabupaten Malang, Win Haliem, S.T., M.T., menjelaskan api diduga berasal dari aktivitas pembakaran daun tebu yang telah selesai dipanen.
Pembakaran tersebut diduga tidak terkendali. Percikan api kemudian merambat ke lahan tebu di sebelahnya yang belum dipanen. Kondisi angin turut membuat api cepat membesar dan merambat hingga mendekati permukiman warga.
Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 5 hektare. Petugas Damkar mengerahkan dua unit kendaraan, yakni unit 07 dan 10, dengan enam personel serta seorang komandan regu.
Petugas mulai melakukan pemadaman hingga api berhasil dinyatakan padam sekitar pukul 15.00 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp80 juta.
Pemilik lahan diketahui bernama Abd. Manan (56), warga Desa Kemantren, Kecamatan Jabung.
Belum sempat beristirahat, petugas Damkar kembali menerima laporan kebakaran berikutnya di Desa Ketindan, Kecamatan Lawang.
Kebakaran kedua terjadi di kawasan lahan bambu dan lahan kosong yang berada di sekitar kawasan wisata Ketindan. Api diketahui mulai membakar lahan sekitar pukul 15.00 WIB.
Angin yang cukup kencang membuat kobaran api dengan cepat meluas. Kondisi tersebut sempat mengkhawatirkan karena titik api semakin mendekati rumah-rumah warga.
Petugas Damkar Kabupaten Malang tiba di lokasi sekitar pukul 16.30 WIB setelah menerima laporan. Dua unit kendaraan pemadam diterjunkan untuk melakukan pembasahan dan mengisolasi titik api.
Sekitar pukul 17.30 WIB, api berhasil dipadamkan. Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 1 hektare. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Sementara penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan.
Belum selesai penanganan kebakaran di Ketindan, laporan kebakaran kembali masuk. Kali ini api muncul di kawasan lahan bambu di Dusun Bodean Putuk, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari.
Kebakaran ketiga dilaporkan sekitar pukul 17.30 WIB. Warga sekitar melihat kobaran api mulai membakar lahan bambu sekitar pukul 17.15 WIB.
Kondisi angin yang cukup kencang membuat api dengan cepat merambat dan dikhawatirkan semakin mendekati rumah warga.
Tim Damkar Kabupaten Malang langsung bergerak dan tiba di lokasi sekitar pukul 17.45 WIB. Dua unit kendaraan, yakni unit 07 dan 10, dikerahkan dengan enam personel serta seorang komandan regu.
Setelah berjibaku selama kurang lebih dua jam, api akhirnya berhasil dinyatakan padam sekitar pukul 19.30 WIB. Petugas kemudian melakukan penanganan lanjutan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala.
Lahan bambu yang terbakar diperkirakan berukuran sekitar 20 x 70 meter. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Dengan tiga kejadian tersebut, dalam satu hari Tim Damkar Kabupaten Malang harus menangani kebakaran di tiga lokasi berbeda. Kondisi lahan kering, daun kering, serta angin menjadi faktor yang membuat api berpotensi cepat meluas.
Damkar Kabupaten Malang mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama saat kondisi angin cukup kencang. Warga juga diminta segera melapor apabila melihat titik api untuk mencegah kebakaran meluas dan mengancam permukiman.































