MALANG | POROSNUSANTARA.COM – Kebakaran melanda lahan tebu di Dusun Ngipik, Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Rabu (16/9/2026). Api membakar lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi.
Kebakaran pertama kali diketahui warga setelah melihat titik api muncul dari bagian pinggir lahan sekitar pukul 10.22 WIB. Api kemudian dengan cepat membesar akibat hembusan angin dan kondisi tanaman tebu yang kering.
Warga sempat berupaya melakukan pemadaman secara mandiri menggunakan peralatan seadanya. Namun, besarnya kobaran api membuat upaya tersebut tidak mampu mengendalikan kebakaran.
Laporan kemudian diteruskan kepada petugas pemadam kebakaran. Tim Damkar Kabupaten Malang dari Pos Kepanjen mengerahkan tiga unit kendaraan, yakni unit U-04, U-08, serta satu unit water supply BPBD Kabupaten Malang.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB dan langsung melakukan pemadaman bersama warga, perangkat desa, personel kecamatan, serta BPBD Kabupaten Malang.
Setelah dilakukan pemadaman dan pembasahan, api akhirnya dinyatakan padam pada pukul 12.10 WIB. Tim kemudian kembali ke Mako/Pos sekitar pukul 13.00 WIB.
Kepala Bidang PPK Damkar Kabupaten Malang, Win Haliem, S.T., M.T., mengatakan sumber api dalam kebakaran tersebut masih belum diketahui.
” Warga melihat titik api pertama kali terlihat muncul dari bagian pinggir lahan dan dengan cepat membesar akibat hembusan angin serta kondisi tanaman tebu yang kering,” ujar Win Haliem.
Dalam penanganan tersebut, Damkar Kabupaten Malang menerjunkan enam personel dari Regu 1 Pos Kepanjen. Selain itu, terdapat dua personel BPBD Kabupaten Malang, dua personel kecamatan, dan lima personel perangkat desa yang turut membantu proses pemadaman.
Lahan tebu yang terbakar diketahui milik Abdul Somad, 62, warga Dusun Ngipik, Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Sementara kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp10 juta.
Petugas mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama saat kondisi tanaman dan vegetasi dalam keadaan kering serta cuaca disertai angin.































