KOTABEKASI|POROSNUSANTARA.COM – Kegiatan belajar mengajar di SDN Bojongmenteng V hingga kini masih mengalami kendala pasca insiden hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada 12 April 2026 lalu. Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan pada bagian atap ruang kelas 6 dan menimbulkan keresahan di kalangan wali murid, terlebih karena terjadi menjelang pelaksanaan ujian bagi siswa kelas akhir.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi telah melakukan peninjauan kembali ke lokasi sekolah pada 6 Mei 2026. Kunjungan tersebut dilakukan guna memastikan langkah penanganan yang tepat terhadap kerusakan fasilitas pendidikan di sekolah tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Chondro Wibhowo Mahartoyo Sukmo, S.E melalui audiensi menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu hasil kajian teknis sebelum menentukan langkah perbaikan lebih lanjut.
“Sementara kami dari Disdik masih menunggu hasil observasi dari BPBD dan Perkimtan,” ujar Chondro pada Selasa (6/5/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa hingga saat ini kepastian anggaran renovasi masih dalam proses koordinasi bersama perangkat daerah terkait.
“Untuk kepastian anggaran renovasi memang masih belum ditetapkan dan saat ini masih dalam tahap koordinasi dengan perangkat daerah terkait,” tambahnya.
Di sisi lain, sejumlah wali murid berharap agar proses penanganan tidak berlarut-larut. Mereka menilai persoalan birokrasi maupun pembagian kewenangan antarinstansi seharusnya tidak menjadi hambatan dalam mempercepat perbaikan fasilitas sekolah yang rusak.
Menurut para wali murid, yang paling utama adalah keselamatan dan kenyamanan siswa saat mengikuti kegiatan belajar mengajar. Terlebih, ruang kelas yang aman dinilai sangat penting menjelang pelaksanaan ujian sekolah.
Hingga hampir satu bulan pasca kejadian, kondisi plafon yang roboh disebut masih belum mendapatkan perbaikan menyeluruh. Hal tersebut memunculkan kekecewaan dari masyarakat sekaligus dorongan kepada pemerintah agar segera mengambil langkah konkret demi memastikan aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan dengan aman dan normal.



















