banner 728x250

Made Hiroki Dukung Pembangunan PSEL Suwung di Bali

DENPASAR, POROSNUSANTARA.COM –

Pemerintah Provinsi Bali tengah mempercepat pembangunan infrastruktur Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Suwung sebagai solusi jangka panjang mengatasi persoalan sampah di Pulau Dewata. Proyek tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kota Denpasar, dan Pemerintah Kabupaten Badung.

PSEL Suwung sendiri masuk dalam tujuh proyek prioritas nasional yang diarahkan untuk mengubah sampah perkotaan menjadi sumber energi bersih dan berkelanjutan. Fasilitas yang berlokasi di kawasan Pesanggaran itu dirancang mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari yang berasal dari wilayah Denpasar dan Badung.

Di tengah percepatan pembangunan tersebut, dukungan datang dari kalangan swasta. Pengusaha muda asal Gianyar, Made Hiroki, melalui perusahaan Aksara Cristy Legal, menyatakan dukungan penuh terhadap proyek strategis tersebut. Menurut dia, pengelolaan sampah harus dilakukan dengan pendekatan modern dan berbasis teknologi.

“Bali membutuhkan solusi permanen, bukan penanganan sementara. Karena itu kami mendukung penuh pembangunan PSEL Suwung sebagai langkah nyata menuju Bali yang bersih dan berkelanjutan,” ujar Made Hiroki, Kamis (15/4/2026).

Sebagai bentuk dukungan, Hiroki berencana mengundang Gubernur Bali, Wakil Gubernur Bali, Wali Kota Denpasar, Bupati Badung, serta para pejabat daerah se-Bali dalam sebuah pertemuan yang akan digelar pada Jumat pukul 13.00 Wita di Pamela Restaurant, Renon.

Dalam agenda tersebut, Made Hiroki akan memperkenalkan mesin pengolah sampah bernama Propolis, teknologi asal Jepang yang diklaim mampu mengolah sampah tanpa menghasilkan asap. Selain itu, pihaknya juga akan menghadirkan tenaga ahli dari Jepang untuk memaparkan sistem kerja teknologi tersebut.

“Kami ingin menunjukkan bahwa pengolahan sampah modern bisa dilakukan secara ramah lingkungan. Teknologi ini tanpa asap dan sangat relevan diterapkan di Bali,” kata Hiroki.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah dapat bersama-sama mendukung berbagai inovasi pengolahan sampah demi menjaga citra Bali sebagai destinasi wisata dunia.

“Ini bukan hanya soal sampah, tetapi soal masa depan Bali. Jika semua pihak bersatu, saya yakin Bali bisa menjadi contoh pengelolaan sampah terbaik di Indonesia,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *