BENGKULU TENGAH | POROSNUSANTARA.COM – Warga Desa Talang Empat, Bengkulu Tengah, telah lama tersiksa di bawah kepungan asap pabrik PT Palma Mas Sejati (PMS). Kepulan berbau menyengat itu kerap turun rendah saat cuaca mendung atau hujan gerimis, memicu batuk, mengganggu aktivitas, dan menimbulkan kekhawatiran dampak kesehatan.
Kordinator Gabungan Organisasi dan LSM Bengkulu Bersatu (Golbe) Melani atau yang di sering di panggil datuk 16/04/2026 merespon dampak pencemaran yang di akibatkan asap dari PT PMS ini, Datuk menjelaskan perusahaan pengolah buah sawit ini sudah lama mencemari lingkungan sekitar, dan desa talang empat adalah wilayah yang paling terdampak akibat pencemaran udara dari asap PT PMS ini ujar datuk.
“Masyarakat sudah lama mengeluhkan pencemaran lingkungan akibat Asap dari perusahaan sawit ini akan tetapi nampak nya manajemen perusahaan tidak mau ambil pusing atas keluhan masyarakat sekitar , hal ini yang menurut kami tidak bisa di biarkan begitu saja harus ada tindakan tegas dari dinas terkait menyikapi permasalahan ini” tegas Datuk
Di katakan Datuk Melani sudah beberapa kali informasi danpak lingkungan akibat asap dari PT PMS ini menjadi pembahasan publik bahkan sudah banyak di naikan di media online maupun platform media sosial lainya namun pihak perusahaan tidak bergeming.
“Asap yang dikeluarkan oleh PT PMS sungguh luar biasa, dampak Dari asap tersebut bahkan berdampak pada proses belajar mengajar di salah satunya sekolah yang ada di sekitar wilayah pabrik, bahkan beberapa masyarakat sekitar juga mengeluhkan gejala sakit, penyakit di alami masyarakat sekitar seperti ISPA dan lain lain” beber Datuk Melani
Datuk Melani memberi Warning ke pihak menajemen perusahan PT.PMS jika memang semua keluhan masyarakat tidak di respon maka GOLBE bersama masyarakat sekitar dalam waktu dekat akan menggalang masa aksi demo menuntut respon perusahaan terhadap keluhan masyarakat, pungkas Datuk Melani
Hal senada juga di sampaikan tokoh muda Bengkulu Tengah Radiman , menurut nya akibat asap pabrik PT PMS ini masyarakat banyak yang mengeluhkan sakit terutama yang berkaitan dengan saluran pernapasan hal ini sesuai apa yang di sampaikan pihak kesehatan setempat.
“Banyak sanak sanak Kito yang sesak nafas dan gejala batuk dampak asap pabrik PT PMS Iko bang “ungkap Radiman
Radiman menambahkan keluhan masyarakat dengan keberadaan PT PMS ini tidak sebatas permasalahan pencemaran lingkungan saja bahkan keberadaan pabrik belum berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat sekitar contoh penyaluran dana CSR (Corporate Social Responsibility) atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan yang merupakan komitmen perusahaan untuk bertindak etis dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan, sambil meningkatkan kualitas hidup karyawan, komunitas lokal, dan lingkungan. Ini pun belum maksimal membantu masyarakat ,seperti keberadaan anak yatim janda janda tua dan lain sebagainya
Lanjut Radiman maka dengan demikian kami sebagai bagian masyarakat berharap agar kiranya pemerintah daerah Bengkulu Tengah mengingatkan pihak menajemen perusahaan agar kembali memperhatikan masyarakat sekitar yang terdampak dengan keberadaan pabrik PT.PMS ini , namun Radiman juga mengingatkan jikakalau memang pihak perusahaan tidak bisa berbuat untuk masyarakat yang terdampak keberadaan perusahaan ini maka lebih baik kami minta ke pihak pemerintah kabupaten Bengkulu Tengah dan Gubernur Bengkulu agar menutup PT PMS ini singkatnya
Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkulu Tengah Deki Afriadi,ST ketika di konfirmasi media ini belum bisa berkomentar banyak karena sedang rapat, hingga berita ini di naikan pihak perusahaan belum terkonfirmasi oleh awak media (Susanto)














