TARUMAJAYA | POROSNUSANTARA.COM – – Pesta demokrasi tingkat desa di Desa Setia Mulya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Sabtu (25/5/2026), tak sekadar menjadi agenda formal pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Di balik proses pemungutan suara, tersimpan harapan besar masyarakat terhadap lahirnya wakil rakyat desa yang benar-benar bekerja dan hadir menyelesaikan persoalan nyata warga.
Pemilihan BPD kali ini menggunakan sistem keterwakilan wilayah dari empat dusun di Desa Setia Mulya. Masing-masing dusun memperoleh kuota 50 suara yang diwakili tokoh masyarakat setempat untuk menentukan calon terbaik.
Sorotan publik tertuju pada sosok Ishomulloh, S.H., tokoh muda berlatar belakang hukum yang maju sebagai calon keterwakilan Dusun 3. Kehadirannya dinilai membawa semangat baru di tengah tuntutan masyarakat terhadap perubahan dan percepatan pembangunan desa.
Dalam penyampaiannya, Ishomulloh menegaskan bahwa persoalan infrastruktur dan banjir tidak boleh lagi menjadi masalah tahunan tanpa solusi nyata.
“Warga sudah terlalu lama menghadapi persoalan jalan rusak, drainase buruk, dan banjir yang terus berulang. Jika diberi amanah, saya ingin memastikan aspirasi masyarakat benar-benar diperjuangkan dan dikawal sampai terealisasi,” tegas Ishomulloh.
Pernyataan tersebut mendapat perhatian masyarakat yang selama ini menilai pembangunan di sejumlah titik desa masih belum merata. Persoalan banjir bahkan disebut menjadi ancaman rutin yang mengganggu aktivitas dan kenyamanan warga saat musim hujan tiba.
Di sisi lain, Sekretaris Desa Setia Mulya, Ricky Nursan, mengapresiasi jalannya proses pemilihan yang berlangsung aman, tertib, dan transparan. Ia berharap anggota BPD terpilih nantinya tidak hanya hadir sebagai pelengkap struktur pemerintahan desa, tetapi benar-benar menjadi mitra kritis sekaligus solusi bagi masyarakat.
“BPD memiliki peran strategis dalam mengawal pembangunan desa. Kami berharap siapa pun yang terpilih mampu membawa amanah warga dan membangun sinergi yang kuat demi kemajuan Desa Setia Mulya,” ujar Ricky Nursan.
Proses pemilihan yang dihadiri perangkat desa, panitia, Bhabinkamtibmas, Babinsa, saksi, dan tokoh masyarakat berlangsung hangat namun penuh dinamika. Antusiasme warga dinilai menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat kini semakin kritis dan menaruh harapan besar terhadap lahirnya figur-figur BPD yang berani bekerja, bukan sekadar hadir saat pemilihan semata. (*/jul).



















