Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITA

UNIRA Malang Cetak Generasi Khaira Ummah, 507 Mahasiswa Baru Siap Ditempa Menuju Indonesia Emas 2045

148
×

UNIRA Malang Cetak Generasi Khaira Ummah, 507 Mahasiswa Baru Siap Ditempa Menuju Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MALANG | POROSNUSANTARA.COM – Sebanyak 507 mahasiswa baru Universitas Raden Rahmat (UNIRA) Malang resmi mengikuti upacara pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027, Sabtu (5/9/2026).

Pembukaan PKKMB yang berlangsung dalam suasana penuh semangat tersebut menjadi pintu awal bagi para mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik, aktivitas kemahasiswaan, serta budaya kehidupan kampus. Rangkaian PKKMB sendiri akan berlangsung mulai 5 hingga 12 September 2026.

Example 300x600

Berbeda dari sekadar kegiatan pengenalan kampus, UNIRA Malang mengemas momentum tersebut sebagai bagian dari proses pembentukan karakter, spiritualitas, kepemimpinan, sekaligus pengembangan kompetensi mahasiswa.

Sebagai perguruan tinggi yang meneguhkan diri berbasis nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah, pembukaan PKKMB tahun ini diawali dengan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Momentum tersebut sekaligus bertepatan dengan suasana bulan kelahiran Rasulullah SAW.

Tradisi keagamaan tersebut menjadi penanda kuat bahwa pendidikan di UNIRA Malang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan akademik, tetapi juga diarahkan untuk melahirkan generasi yang memiliki akhlak, integritas dan pijakan spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.

Apel pembukaan diawali laporan Wakil Rektor III UNIRA Malang, Dr. Hasan Bisri, M.Pd. Dalam laporannya disampaikan bahwa sebanyak 507 peserta merupakan mahasiswa baru yang telah terdaftar pada Tahun Akademik 2026/2027.

Sementara itu, Rektor UNIRA Malang, KH. Imron Rosyadi Hamid, S.E., M.Si., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru.

Rektor yang akrab disapa Gus Im tersebut mengajak mahasiswa menjadikan masa perkuliahan selama empat tahun ke depan sebagai momentum untuk benar-benar menempa diri.

Ia mengutip maqolah Syekh Abdul Qadir Jaelani yang menekankan pentingnya ilmu, pemahaman terhadap masyarakat, serta kemampuan mengelola kehidupan sosial sebagai bekal seseorang menjadi pemimpin.

Menurutnya, kepemimpinan tidak cukup hanya dibangun dengan kecerdasan intelektual. Seorang pemimpin membutuhkan ilmu, karakter, kemampuan memahami persoalan masyarakat, pengalaman, serta keteladanan.

«“Semangat inilah yang terus kami bangun di UNIRA Malang. Kami ingin menyiapkan pemimpin-pemimpin bangsa untuk menyongsong Indonesia Emas 2045 melalui prakarsa Khaira Ummah: memperjuangkan kebenaran, mencegah kemungkaran, dan senantiasa beriman kepada Allah SWT.”»

Gus Im menegaskan, UNIRA Malang harus menjadi kawah candradimuka bagi mahasiswa dalam mengasah ilmu, karakter, kepemimpinan dan pengalaman.

Ia berharap ketika mahasiswa menyelesaikan pendidikan nanti, mereka tidak hanya menyandang gelar sarjana dengan kemampuan akademik yang mumpuni, tetapi juga menjadi pribadi berintegritas, memiliki kepedulian sosial dan siap mengambil peran dalam pembangunan bangsa.

«“Kami ingin ketika mereka lulus nanti, mahasiswa bukan hanya menjadi sarjana yang cerdas, tetapi juga pribadi yang berintegritas, peduli kepada masyarakat, dan siap mengambil peran dalam membangun bangsa.”»

Pesan tersebut mendapat penguatan dari Bupati Malang, H.M. Sanusi, M.M., yang turut hadir dalam pembukaan PKKMB.

Sanusi menekankan pentingnya semangat belajar dan kerja keras bagi generasi muda. Menurutnya, keberhasilan tidak semata-mata diukur dari pencapaian materi, tetapi juga dari kesungguhan seseorang dalam menuntut ilmu, kemauan memperbaiki diri dan kemampuan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menyeimbangkan ikhtiar dengan doa, ketakwaan dan tawakal kepada Allah SWT.

«“Jangan pernah berhenti belajar dan jangan takut bekerja keras. Jadilah pribadi yang hari ini lebih baik daripada kemarin. Padukan ilmu dengan ikhtiar, kerja keras dengan doa, dan usaha dengan tawakal. Karena manusia wajib berusaha, sementara Allah SWT yang menentukan hasilnya.”»

Sanusi juga berpesan agar mahasiswa tidak melupakan ibadah dan menjaga salat tahajud sebagai bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

«“Jangan lupa menjaga salat tahajud agar setiap perjuangan mendapat keberkahan dan ridha-Nya,” pesannya.»

Suasana pembukaan PKKMB semakin semarak dengan penampilan tari dan seni pencak silat yang dibawakan mahasiswa. Penampilan tersebut sekaligus menunjukkan kekayaan potensi mahasiswa UNIRA Malang di bidang seni dan budaya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan jajaran pemerintahan Kabupaten Malang, di antaranya H. Kholiq dan Sudarman, S.Pd., serta jajaran pembina dan pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Islam Raden Rahmat.

Pembukaan PKKMB 2026/2027 akhirnya menjadi titik awal perjalanan 507 mahasiswa baru dalam menempuh pendidikan di UNIRA Malang.

Lebih dari sekadar mengenalkan ruang kelas, organisasi dan lingkungan kampus, PKKMB menjadi langkah awal untuk menanamkan visi besar perguruan tinggi dalam membentuk generasi berilmu, berakhlak, berintegritas dan memiliki jiwa kepemimpinan.

Selama empat tahun ke depan, para mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan masa kuliah sebagai ruang untuk menempa diri, memperluas pengalaman, membangun jejaring, serta meningkatkan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Dari kampus UNIRA Malang, 507 mahasiswa baru kini memulai perjalanan panjangnya. Sebuah perjalanan yang diharapkan tidak berhenti pada gelar sarjana, tetapi berlanjut menjadi pengabdian nyata untuk masyarakat dan bangsa dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Example 300250
Example 120x600