KOTA BEKASI | POROSNUSANTARA.COM – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Wildan Fathurrahman, S.Kep., Ns., M.H., menggelar kegiatan Reses III Tahun 2026 untuk menyerap aspirasi masyarakat di wilayah Bantar Gebang, Kota Bekasi.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Komunikasi Rukun Warga (FKRW), Ketua RT, Karang Taruna, tokoh masyarakat, perwakilan mahasiswa atau penerima beasiswa, serta kader-kader Posyandu dan masyarakat setempat.
Reses menjadi momentum bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan dan kebutuhan lingkungan, sekaligus menjadi sarana bagi anggota DPRD untuk menyosialisasikan perkembangan program pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Wildan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh warga yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri kegiatan tersebut.
“Atas nama pribadi, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak, Ibu, dan sahabat-sahabat sekalian yang telah meluangkan waktu untuk hadir pada kesempatan siang hari ini. Kegiatan ini menjadi ruang bagi kita untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat,” ujar Wildan.
Ia menegaskan, anggota DPRD memiliki peran sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah. Karena itu, dirinya berkomitmen menyampaikan informasi mengenai perkembangan program kedewanan yang dapat diakses oleh masyarakat.
“Dewan adalah jembatan aspirasi masyarakat. Sebisa mungkin, ketika saya menjadi wakil Bapak dan Ibu, sekecil apa pun informasi mengenai perkembangan program yang bisa diakses masyarakat, tentu akan terus saya sampaikan,” katanya.
Pendidikan Menjadi Perhatian Utama
Wildan juga menyoroti pentingnya sektor pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan di Kota Bekasi. Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan harus diwujudkan melalui akses yang merata agar seluruh anak memperoleh kesempatan untuk bersekolah.
Ia menyampaikan bahwa anggaran pendidikan dalam APBD Kota Bekasi mencapai sekitar Rp1,3 triliun setiap tahun, dari total APBD yang disebutnya sekitar Rp7 triliun.
Dengan besarnya alokasi anggaran tersebut, Wildan berharap tidak ada lagi anak di Kota Bekasi yang terhambat mengenyam pendidikan hanya karena persoalan biaya.
“Saya selalu menitipkan pesan kepada seluruh pemangku kepentingan, terutama di lingkungan RT dan RW, jangan sampai ada warga kita yang tidak bisa sekolah karena persoalan biaya. Perhatian dan ruang program dari pemerintah sudah ada, sehingga kita harus bersama-sama memastikan anak-anak mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa penyaluran bantuan pendidikan dan program sosial perlu memperhatikan kesesuaian data penerima dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran.
Serap Aspirasi untuk Perencanaan Anggaran 2028
Dalam kegiatan tersebut, Wildan turut membuka ruang dialog untuk menghimpun berbagai usulan masyarakat yang akan diperjuangkan dalam perencanaan anggaran tahun 2028.
Sejumlah bidang yang menjadi perhatian meliputi peningkatan mutu pelayanan kesehatan, program peningkatan ekonomi masyarakat, pemberdayaan dan pengembangan potensi anak muda, serta pembangunan infrastruktur lingkungan.
Ia berharap aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan sesuai kebutuhan warga dan kewenangan pemerintah daerah.
Selain itu, perhatian juga diberikan kepada generasi muda melalui pengembangan kepemimpinan, pembinaan kader-kader muda, serta dukungan terhadap pendidikan dan peningkatan kapasitas masyarakat.
Ingatkan Masyarakat Bijak Menggunakan Gadget
Di hadapan warga, Wildan turut mengingatkan pentingnya pengawasan dan pendampingan keluarga dalam penggunaan telepon genggam atau gadget, khususnya bagi anak-anak dan remaja.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital memberikan banyak manfaat apabila digunakan secara tepat. Namun, penggunaan yang tidak bijak juga dapat menimbulkan dampak negatif bagi penggunanya.
“Handphone itu bisa menjadi madu, tetapi juga bisa menjadi racun apabila disalahgunakan. Karena itu, saya mengajak para orang tua untuk mendampingi anak-anaknya dan mengingatkan keluarga agar bijak dalam menggunakan gadget,” pesannya.
Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan teknologi untuk menunjang pendidikan, menambah wawasan, serta mengembangkan kreativitas, bukan justru terjebak dalam penggunaan yang merugikan.
Warga Sampaikan Keluhan Beasiswa dan Perubahan Desil
Kegiatan reses kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Salah satu warga bernama Mustakin, dari Ciketing Udik, menyampaikan pertanyaan mengenai bantuan beasiswa yang menurutnya belum cair.
Selain persoalan pencairan beasiswa, Mustakin juga menanyakan mekanisme perubahan data desil yang masih perlu diperbarui agar sesuai dengan kondisi sosial ekonomi penerima.
Pertanyaan tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam penyerapan aspirasi, terutama terkait akses pendidikan dan ketepatan data penerima bantuan.
Melalui kegiatan Reses III Tahun 2026 ini, Wildan Fathurrahman berharap komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat dapat terus terjalin dengan baik. Ia juga mendorong masyarakat untuk aktif menyampaikan kebutuhan dan persoalan di lingkungannya agar dapat diperjuangkan melalui mekanisme serta kewenangan yang berlaku.
Reses tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang menyerap aspirasi, tetapi juga memperkuat sinergi antara DPRD, pengurus lingkungan, tokoh masyarakat, kader Posyandu, dan generasi muda dalam mendukung pembangunan Kota Bekasi yang lebih baik.































