BENGKULU UTARA | POROSNUSANTARA.COM – Keberadaan berdirinya PT. Sawit Bukit Harapan yang ada di dusun 3 Desa Bukit harapan Kecamatan Pinang Raya Bengkulu Utara mulai menjadi sorotan masyarakat sekitar pabrik pasalnya masyarakat menilai pabrik yang baru saja akan operasi ini membuat kebijakan yang di nilai mengecewakan masyarakat lingkungan pabrik , hal ini disampaikan Ahmad Duski salah satu warga di sekitar pabrik kepada awak media 17/07/2026, menurutnya sejak pabrik ini akan berdiri sudah menawarkan diri mengajukan permohonan untuk membuat group serikat pekerja transport Indonesia (SPTI) lokal yang melibatkan masyarakat sekitar pabrik dengan radius kurang lebih 400 meter dari area pabrik , namun hingga kemaren pabrik beroperasi ternyata proposal penawaran kami di abaikan dengan dalih sudah ada yang masuk dari kelompok warga desa setempat
“Saya adalah warga setempat yang tinggal tidak jauh dari lokasi pabrik , saya dari 4 tahun lalu sudah Ngajukan penawaran untuk membentuk grup SPTI lokal dalam upaya mengajukan tenaga kerja sebagai pekerja bongkar muat, namun sampai hari kemaren pabrik mulai beroperasi, pihaknya konfirmasi ke pabrik mereka tidak memberikan jawaban yang jelas hanya menyampaikan sudah ada pekerjanya yang berasal dari masyarakat desa setempat di luar group saya “ jelas duski
Lebih jelas, dirinya merasa di permainkan oleh menajemen pabrik, apalagi ada kata kata dari menejer pabrik bahwa rekomendasi group saya di batalkan oleh pihak Kepala desa
“ Yang membuat saya kaget menurut penjelasan menejer Mill pabrik PT SBH rekomendasi kelompok saya dari desa sudah di batalkan oleh kades sehingga pihak pabrik menerima kelompok lain” Keluh Ahmad Duski
Satu sisi dirinya mendukung pemerintahan desa dengan adanya investor yang mendirikan pabrik ini tentu dalam rangka membuat masyarakat sejahtera tapi disisi lain dirinya merasa terabaikan serta tersisihkan karena keberadaan pabrik ini dirinya tidak mendapat apa apa kecuali mendapatkan dampak pencemaran lingkungan udara dan kebisingan suara pabrik saat beroperasi ungkap Ahmad Duski
“mendengar penjelasan tersebut saya langsung konfirmasi ke kepala desa bukit harapan, mengetahui hal tersebut kades bukit harapan buru buru membantah tuduhan tersebut, tidak pernah menurut kades diri nya membatalkan rekomendasi terhadap kelompok masyarakat yang Ngajukan pekerjaan ke pihak pabrik ”
Ahmad Duski menduga ini upaya perbuatan fitnah yang di lakukan oleh pihak manajemen pabrik terhadap kepala desa Bukit harapan , lebih lanjut Ahmad duski berencana akan akan melaporkan pihak menejemen pabrik dalam hal ini Menejer pabrik ke pihak desa karena menurutnya sudah membuat gaduh dengan mengadu domba masyarakat dengan kepala desa dan mempertimbangkan mengadukan permasalahan ini ke pihak pihak yang terkait dalam hal ini dinas tenaga kerja dan transmigrasi Provinsi Bengkulu serta ke pihak Gubernur Bengkulu karena hak hak kami masyarakat sekitar pabrik di abaikan pungkas nya
Sampai berita ini di tayangkan kepala desa Bukit Harapan Kecamatan Pinang raya Bengkulu Utara Heru Wahyono dan juga menejer Mill pabrik PT Sawit Bukit Harapan Mhd Edi Haryono belum merespon konfirmasi media ini (syt)







