Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITAPENDIDIKAN

ALPPIN & GENAP Gelar Seminar Ketahanan Sekolah dan Keluarga untuk Cegah Penyimpangan Seksual LGBTQ

123
×

ALPPIN & GENAP Gelar Seminar Ketahanan Sekolah dan Keluarga untuk Cegah Penyimpangan Seksual LGBTQ

Sebarkan artikel ini
Foto: Sambutan Hj. Li Marlina, S.Pd.
Example 468x60

KOTABEKASI|POROSNUSANTARA.COM – Aliansi Perempuan Peduli Indonesia (ALPPIN) Jawa Barat menggelar seminar bertema “Ketahanan Sekolah dan Keluarga, Benteng Penanggulangan LGBT”. Kegiatan tersebut menjadi wadah edukasi bagi generasi muda, khususnya pelajar, mengenai pentingnya ketahanan keluarga dan lingkungan sekolah dalam menghadapi berbagai tantangan pergaulan di SMK Bhakti Kartini (12/8/2026).

Sejumlah tokoh dan narasumber hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi sekaligus Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), Hj. Li Marlina, S.Pd. Wakil Ketua Departemen Pengembangan Jaringan Organisasi dan Perlindungan Anak MPP ICMI/GNKK, Dr. Hj. Tuti Mariani, M.M. Praktisi Kesehatan Dr. Reno Yopial, Pimpinan Yayasan Bhakti Kartini, Dra. Hj. Neneng D. Nurman, M.Farm. serta Ketua Aliansi GENAP (Gerakan Nasional Anti Penyimpangan Seksual) Kota Bekasi, Ir. Verry Koestanto. Acara tersebut dimoderatori H. Dani Wahab, S.Sos.I.

Example 300x600

Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif yang digagas bersama oleh Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Gerakan Nasional Anti Penyimpangan Seksual (GENAP), dan Aliansi Perempuan Peduli Indonesia (ALPPIN).

Dalam penjelasannya, Hj. Li Marlina mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari keresahan para orang tua terhadap perkembangan pergaulan anak-anak dan remaja.

Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada siswa agar mampu memahami lingkungan pergaulan dan mengambil keputusan yang tepat.

“Harapannya ketika kita hadir di sekolah, mereka ini kan generasi yang akan menjadi penyambung perpanjangan tangan kita. Sehingga sekolah ini butuh mendapatkan informasi terkait ini,” katanya.

Ia menambahkan, edukasi tersebut diharapkan dapat membantu para siswa mengenali berbagai bentuk pengaruh pergaulan yang berpotensi memengaruhi masa depan mereka.

“Dari acara ini berharap acara ini bisa memberikan edukasi terhadap anak-anak SMA ini supaya mereka bisa lebih memilah dan memilih pergaulan mana yang harus mereka ikuti,” ungkapnya.

Li Marlina juga menyampaikan, kegiatan sosialisasi tersebut merupakan kegiatan perdana ALPPIN di sekolah. Ke depan, pihaknya berencana memperluas kegiatan serupa ke sekolah-sekolah lainnya di berbagai kecamatan di Kota Bekasi.

“Ini baru yang pertama untuk ALPPIN mengadakan sosialisasi ke sekolahan. Insya Allah kita keliling di semua kecamatan, ke sekolah-sekolah yang tentunya bisa bekerja sama untuk melakukan hal ini. Berikutnya yang sudah terjadwal akan ke Mustikajaya,” jelasnya.

Sementara itu, Praktisi Kesehatan Dr. Reno Yopial turut memberikan pemaparan mengenai risiko kesehatan yang dapat muncul dari perilaku seksual berisiko, termasuk risiko penularan HIV.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa juga diajak membacakan ikrar bersama sebagai bentuk komitmen untuk menjaga pergaulan dan masa depan mereka.

Ketua GENAP Kota Bekasi, Ir. Verry Koestanto, menegaskan bahwa upaya edukasi dan pencegahan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Makanya gerakan siapapun, kita mengajak seluruh elemen masyarakat, baik masjid, majelis taklim, sekolah, pesantren, siapapun yang peduli terhadap fenomena ini, ayo kita sama-sama untuk bergerak,” ungkap Verry.

Ia menilai sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, keluarga, dan berbagai elemen masyarakat diperlukan untuk membangun lingkungan yang dinilai positif bagi generasi muda.

“Sehingga insya Allah Kota Bekasi menjadi kota yang ihsan, menjadi kota santri yang benar-benar santri, dan kata Pak Wali Kota menjadi kota yang keren. Itu tujuan kita,” ujarnya.

Verry menambahkan, masyarakat perlu mengedepankan kepedulian dan pendekatan edukatif dalam menghadapi persoalan tersebut.

“Kita sayang kepada mereka. Perbedaan hal yang biasa, tapi penyimpangan tidak boleh terjadi di Kota Bekasi,” pungkasnya.

Melalui seminar tersebut, penyelenggara berharap ketahanan keluarga dan sekolah semakin diperkuat sehingga para pelajar mendapatkan pendampingan, edukasi, serta lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka secara positif.

Example 300250
Example 120x600