BENGKULU UTARA | POROSNUSANTARA. COM – Keberadaan Pabrik Crude Palm Oil (CPO) PT. Sawit Bukit Harapan (SBH) yang terletak di Desa Bukit Harapan D4 Kecamatan Pinang Raya Kabupaten Bengkulu Utara menimbulkan pertanyaan terkait Analisa dampak Lingkungan (Amdal) dan.azas keterbukaan dengan masyarakat sekitar pabrik.
Rosy Novembri, salah satu warga yang berdomisili tidak jauh dari lokasi pabrik PT.SBH menyampaikan sampai hari ini kami belum tahu apakah keberadaan pabrik ini bermanfaat atau tidak untuk masyarakat lingkungan sekitar pabrik , pihaknya khawatir jika nanti pabrik sudah beroperasi normal pasti kami masyarakat sekitar akan merasakan dampak mulai dari pencemaran lingkungan akibat asap pabrik dan juga kondisi lainya.
Ketua Dewan Pengurus Wilayah Amanah Bangsa Rakyat Indonesia Bersatu (DPW ABRI-1) Provinsi Bengkulu Ujang Mulkati,M.Pd melalui Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) ABRI-1 Bengkulu Utara Ahmad Duski kepada porosnusantara.com 30/06/2026 mempertanyakan. azas manfaat bagi masyarakat sekitar atas keberadaan pabrik pengolahan minyak kepala sawit PT.SBH tersebut, menurut nya pabrik yang baru berdiri tersebut memang belum beroperasi secara permanen akan tetapi keberadaan nya menyisakan. banyak permasalahan, salah satunya kejanggalan soal Analisa dampak Lingkungan (Amdal) di mana penataan kolam limbah yang sangat dekat dengan aliran sungai Urai berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan
“Memang pabrik belum beroperasi akan tetapi dengan melihat kondisi kolam limbah yang posisi nya sangat dekat dengan aliran sungai urai tentu hal ini sangat rentan berpotensi merusak ekosistem sungai dengan pencemaran limbahnya, bahkan menajemen PT SBH juga memanfaatkan air sungai urai untuk proses perebusan buah segar kelapa sawit tersebut” Ungkapnya
Masih menurut Ahmad Duski belum lagi masalah pemanfaatan tenaga kerja masyarakat di sekitar pabrik, hal tersebut juga menjadi bagian yang di pertanyakan, menurut Ahmad Duski pihaknya pernah mengajukan penawaran kerjasama sebagai tenaga non profesi Alias buruh bongkar muat namun menajemen PT.SBH terkesan abai
“Satahu saya salah satunya mamfaat keberadaan pabrik itu juga memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat sekitar pabrik yang kena dampak langsung dengan adanya pabrik tersebut namun hal ini tidak di rasakan oleh masyarakat yang domisilinya di lingkungan pabrik hal ini terbukti dengan di tolaknya surat penawaran kerjasama bongkar muat barang yang di ajukan kelompok masyarakat sekitar pabrik, bahkan isue yang berkembang semua tenaga kerja sudah di monopoli oleh oknum mantan tim pemenangan gubernur kala itu “ pungkas Ahmad Duski
Dengan kondisi ini ormas ABRI-1 Bengkulu Utara mendesak kepada pihak pihak terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas tenaga kerja dan transmigrasi Kabupaten Bengkulu Utara termasuk para aktifis lingkungan WALHI akan memberikan perhatian terhadap keberadaan pabrik tersebut, di lanjutkan Ahmad Duski menajemen PT.SBH sejauh ini juga terkesan eklusif ketika ormas ABRI-1 melakukan kunjungan dan konfirmasi ke lokasi pabrik
Kepala Desa Bukit Harapan Heru Wahyono saat di konfirmasi media ini via aplikasi whatshap tidak banyak memberikan penjelasan alasannya pihak nya tidak terlalu mengetahui banyak berkaitan dengan analisa dampak lingkungan yang jadi sorotan masyarakat terhadap pabrik PT. SBH in i, pihaknya mempersilahkan media ini menanyakan langsung kepada pihak menajemen pabrik.
“Saya enggak begitu paham bang, kalau baiknya cek langsung kelokasi pabrik, langsung temui manager Parik biar ada penjelasan nya “ Jelasnya
Disisi lain menajer Operasional PT. SBH Edy Sinaga belum bisa di konfirmasi berkaitan dengan permasalahan yang di laporkan warga dan aktifis ormas tersebut.
Pewarta : Susanto







