?> Semar Tempo Doeloe 3 Hidupkan Nuansa Lawas, UMKM dan Budaya Lokal Bergeliat di Kampung Semar – POROS NUSANTARA
Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BUDAYADAERAHEkonomiPEMERINTAHAN

Semar Tempo Doeloe 3 Hidupkan Nuansa Lawas, UMKM dan Budaya Lokal Bergeliat di Kampung Semar

14
×

Semar Tempo Doeloe 3 Hidupkan Nuansa Lawas, UMKM dan Budaya Lokal Bergeliat di Kampung Semar

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kota Malang | POROSNUSANTARA.COM -Kembali diramaikan dengan gelaran budaya bertajuk Semar Tempo Doeloe Jilid 3 yang digelar di Kampung Semar, Jalan Teluk Pelabuhan Ratu RT 06 RW 02, Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing, Kamis (14/5/2026). Acara yang berlangsung hingga 17 Mei 2026 ini menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun Kampung Semar ke-2 sekaligus wadah pemberdayaan pelaku UMKM warga.

Mengusung tema “Lorong Waktu”, Semar Tempo Doeloe 3 menghadirkan suasana khas tempo dulu melalui dekorasi bernuansa lawas, sajian kuliner tradisional, hingga berbagai pertunjukan budaya yang melibatkan masyarakat sekitar. Ratusan warga RW 02 Arjosari tampak antusias ikut meramaikan kegiatan dengan membuka lapak makanan tradisional maupun jajanan kekinian.

Example 300x600

Sejak hari pertama pelaksanaan, kawasan Kampung Semar dipadati pengunjung. Meski sempat diguyur rintik hujan, semangat warga dan pengunjung tidak surut untuk menikmati suasana penuh nostalgia tersebut. Kehangatan dan kebersamaan terlihat begitu kuat di tengah aktivitas masyarakat yang menikmati kuliner serta hiburan budaya yang disajikan.

Tidak sekadar menjadi ajang hiburan, Semar Tempo Doeloe 3 juga menjadi ruang mempererat solidaritas warga sekaligus upaya menghidupkan kembali budaya lokal di tengah perkembangan zaman modern.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang hadir membuka kegiatan memberikan apresiasi atas konsistensi warga Kampung Semar dalam menghadirkan event berbasis budaya dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berperan dalam pelestarian budaya, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian warga serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

“Dari sisi ekonomi, kegiatan ini turut mendongkrak ekonomi warga, ditambah antusias masyarakat yang sangat tinggi. Di sinilah akan terbangun kerukunan dan kebersamaan yang terus menguat,” ujar Wahyu.

Ia menegaskan pentingnya menjaga budaya lokal agar generasi muda tidak melupakan sejarah dan tradisi yang menjadi identitas bangsa. Selain itu, event seperti Semar Tempo Doeloe dinilai selaras dengan pengembangan kampung tematik dan wisata berbasis masyarakat di Kota Malang.

Gelaran ini juga dinilai mampu menarik wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar. Sebelumnya, Semar Tempo Doeloe telah mendapat apresiasi luas sebagai salah satu event budaya kampung yang konsisten digelar dan efektif mendukung pelestarian budaya sekaligus memperluas pasar UMKM kuliner lokal, khususnya jajanan tradisional.

Pemerintah Kota Malang melalui program Ngalam Laris turut mendukung pengembangan UMKM lokal sebagai bagian dari implementasi Dasa Bakti Unggulan yang diusung Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang. Program tersebut diharapkan mampu memperluas pemasaran produk warga serta meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro di tingkat kampung.

Dengan semangat gotong royong dan partisipasi masyarakat yang tinggi, Semar Tempo Doeloe 3 diharapkan terus berkembang menjadi agenda budaya tahunan yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menjadi pengungkit ekonomi masyarakat Kota Malang.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *