banner 728x250
DAERAH  

Polres Touna Selidiki Dugaan Makanan Basi MBG di Sumoli, Tim Tipidter Ambil Sampel dari Rumah Siswa

AMPANA | POROSNUSANTARA.COM – Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tojo Una-Una (Touna) melalui

Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) bergerak cepat merespons laporan masyarakat terkait dugaan penyajian makanan basi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Sumoli.

Pada Minggu (1/3/2026), tim penyidik mendatangi langsung rumah orang tua murid untuk mengumpulkan bukti dan mengambil sampel makanan yang dikeluhkan tidak layak konsumsi tersebut.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya penegakan hukum dan perlindungan terhadap kesehatan siswa penerima manfaat.
Poin Penting Investigasi:
Pengambilan Sampel: Petugas mengamankan sisa makanan yang disajikan oleh SPPG MBG Sumoli dari rumah wali murid untuk dilakukan uji laboratorium guna memastikan kandungan dan penyebab kerusakan makanan.

Memastikan kepatuhan penyedia jasa terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) higienitas dan keamanan pangan yang telah ditetapkan pemerintah.

Desa Sumoli merupakan salah satu titik layanan SPPG yang mencakup ribuan murid di wilayah Ratolindo dan Ampana Kota.

Kapolres Touna sebelumnya telah menegaskan komitmen pihak kepolisian untuk terus mengawasi ketat operasional dapur SPPG guna menjamin distribusi gizi pelajar berjalan tanpa kendala.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap saksi-saksi dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium resmi.

Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan jika menemukan ketidaksesuaian kualitas makanan dalam program MBG demi keselamatan bersama.sementara itu korwil Touna, Nur Fadilah memberikan keterangan kepada awak media lewat telpon pada siang Minggu 1/2/ 2026 menegaskan, akan menindak tegas secara juknis SPPG dapur Smoli terkai dugan menu basi, apakah terjadi kelalaian atau kesegaran sambil menuggu hasil uji lab dari barang bukti sampel yang telah disita oleh unit tipiter polres touna. adapun terkait dapur ditutup sementara atau permanen itu tergantung keputusan BGN pusat,

Kami hanya menyampaikan hasil temuan di lapangan,”ujarnya. (Ahmad T)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *